Rabu, 21 Maret 2012

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN GURAMI

PENDAHULUAN

Ikan gurami merupakan ikan asli Asia Tenggara yang penyebarannya meliputi beberapa wilayah Indonesia seperti Pulau Jawa, Sumatra & Kalimantan. Pada habitat awalnya ikan ini merupakan asli sungai ataupun rawa, ikan gurami merupakan herbivora atau pemakan daun-daunan, dan termasuk ikan yang mempunyai alat pernapasan tambahan berupa labirint.
Ikan gurami terkenal dengan pertumbuhan yang lambat sehingga hal ini memberikan peluang bagi para pembudidaya untuk lebih mengembangkan cara budidaya yang baik, praktis dan efisien untuk mempercepat laju pertumbuhan ikan gurami. Kegiatan pemeliharaan ikan gurami terbagi atas segmentasi pemeliharaan yang panjang, mulai dari proses pemijahan yang menghasilkan telur hingga proses pendederan mencapai beberapa tahapan pendederan.

MORFOLOGI INDUK BETINA DAN INDUK JANTAN

URAIAN                              BETINA                                               JANTAN

Dahi                               Tidak ada Penonjolan                                 Ada Penonjolan


Dasar Sirip                    Gelap/Kehitaman                                       Terang
Dada


Tutup Insang                  Putih Kecoklatan                                        Kekuningan


Sirip Ekor                      Ujung sirip ekor                                       Ujung sirip
                                                                                                       tampak rata,bila
                                       tampak melengkung & 
                                       tdk bergerak                                         ditidurkan
                                                                                                    bergerak-gerak k atas

Induk Gurami Betina

Induk Gurami Jantan
 
PEMILIHAN INDUK SIAP PIJAH

Ciri-ciri induk jantan siap pijah adalah adanya benjolan di kepala bagian atas, rahang bawah yang tebal, dan tidak adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuhnya memerah berbintik hitam terang dengan perut membentuk sudut tumpul, bila bagian perut ditekan akan mengeluarkan sperma berwarna putih. Sedangkan induk betina yang siap pijah ditandai dengan bentuk kepala bagian atas datar, rahang bawah tipis, dan adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuh lebih terang dan bentuk perutnya besar bulat, bila bagian perut ditekan kearah kelamin akan mengeluarkan telur berwarna putih.

PEMIJAHAN

Induk yang sudah matang gonad siap untuk ditebarkan di kolam pemijahan. Kolam pemijahan merupakan kolam khusus yang ukurannya tergantung jumlah induk yang dimiliki, ukuran minimumya 20 m2 dan maksimum dapat mencapai 1000 m2 dengan kedalaman ideal 0,8 m - 1,5 m. Kolam induk sebaiknya dekat dengan kolam pemijahan sehingga memudahkan proses pemindahan induk ikan. Padat tebar induk ikan gurami diusahakan 1 ekor induk ikan yang bobotnya 3-5 kg per ekor sebaiknya memiliki areal untuk bergerak bebas seluas 5 m2. Penebaran induk dilakukan dengan perbandingan 1 ekor jantan yang bobotnya mencapai 3-5 kg dan 3 ekor betina yang bobotnya minimal 3 kg.
Proses pemijahan biasanya akan berlangsung yang diawali 1 minggu pertama induk jantan telah memulai membuat sarang, lamanya membuat sarang lebih kurang 6 hari kemudian induk betina yang sudah siap pijah memiliki naluri akan segera berpijah setelah sarangya siap, terjadinya proses pemijahan selama 2-3 hari, induk betina segera mengeluarkan telur-telurnya dan secara bersamaan pula induk jantan menyemprotkan sperma dan terjadi proses pembuahan telur oleh sperma jantan. Proses perkawinan akan diakhiri apabila jantan telah menutup sarang, dengan ijuk atau sejenisnya. Keberhasilan proses pemijahan dapat diamati pula dengan melihat pemukaan kolam yang ada sarang guraminya terlihat keluar banyak minyak dipermukaan air dan tecium bau amis.

PENETASAN TELUR

Pengambilan sarang yang berisi telur dilakukan secara berhati-hati dengan cara memegang sisi luar bagian paling bawah sarang dan sebaiknya sarang tidak diangkat begitu saja, tetapi menggunakan wadah berupa ember atau baskom yang berisi air dan diberi Metheline Blue dengan perbandingan 5 cc obat untuk 5 liter air. Selanjutnya sarang dan ember tersebut dibawa ke tempat penetasan.
Penetasan dapat dilakukan di dalam paso atau baskom maupun di dalam akuarium. Air di dalam baskom atau akuarium diberi aerasi atau supplay oksigen dan setiap hari dilakukan pengambilan telur-telur yang tidak menetas atau berjamur supaya tidak menular ke telur yang sehat. Biasanya telur gurami akan menetas setelah 36-41 jam.

PEMELIHARAAN LARVA

Setelah telur menetas, larva dapat dipelihara dalam paso atau baskom selama 8-10 hari sampai kuning telur habis. Bila penetasan dilakukan di dalam akuarium, pemindahan larva tidak perlu dilakukan. Selama pemeliharaan di akuarium, penggantian air perlu dilakukan untuk membersihkan air dari minyak yang dihasilkan saat penetasan. Suhu dipertahankan pada kisaran 29-30 derajat celcius.
Pemindahan larva dari lokasi penetasan ke lokasi pembesaran / pendederan dapat dilakukan dengan menggunakan baskom atau ember. Larva dimasukkan ke dalam ember bersama air dari tempat penetasan sehingga larva tidak stres. Sebaiknya pemindahan ke kolam atau tempat pendederan dilakukan pada pagi atau sore hari dimana pebedaan suhu antara air media penetasan dan air media pendederan atau kolam tidak begitu mencolok.

PEMBERIAN PAKAN

Pakan mulai diberikan setelah larva berumur 8-10 hari atau setelah kuning telur habis. Pakan yang diberikan adalah pakan alami yang bisa berupa artemia, kutu air berupa daphina atau moina, cacing sutera. Jenis pakan yang diberikan ini disesuaikan dengan bukaan mulut larva. Frekuensi pemberian sebanyak 4-5 kali sehari.
Untuk larva yang dipelihara di akuarium, pemberian pakan dapat diberikan sebanyak 2 sendok makan untuk 1000 ekor larva setiap pemberian. Ketika sudah semakin besar, kepadatan larva dalam satu akuarium dapat dikurangi. Larva yang dipelihara dalam akuarium selanjutnya dipelihara hingga menjadi benih yang siap ditebarkan ke kolam pemeliharaan benih.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DALAM USAHA PEMBENIHAN IKAN GURAMI

Berikut ini beberapa permasalahan yang sering ditemui dalam usaha pembenihan ikan gurami :

1. Induk Malas Memijah
    Induk gurami yang telah matang gonad kadang-kadang tidak mau memijah. Hal ini sebagian besar diakibatkan karena kondisi lingkungan kolan yang tidak nyaman bagi indukan atau indukan belum benar-benar matang gonad. Cara mengatasinya adalah dengan memijahkan induk yang benar-benar telah matang gonad dan kolam pemijahan jangan terlalu padat, cukup 40 ekor/1000 m2 atau bisa juga dengan perbandingan 3 betina : 1 jantan untuk kolam dengan ukuran 4m x 3m.

2. Jumlah Telur Sedikit
    Hal ini bisa disebabkan oleh umur induk yang terlalu muda. Untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan induk jantan yang  telah berumur 4 tahun dan induk betina yang berumur 3 tahun.

3. Telur Tidak Menetas
    Telur yang tidak menetas bisa disebabkan oleh kualitas induk yang kurang bagus dan penanganan sarang yang salah sehingga telur mati. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan induk yang kualitasnya benar-benar memenuhi syarat sehingga telur yang dihasilkan bagus mutunya dan tidak mengangkat baskom atau ember begitu saja akan tetapi sarang diangkat bersama dengan air kolam pemijahan agar telur tidak terkontaminasi dengan udara luar.

4. Tubuh Benih Berwarna Hitam
    Kondisi ini disebabkan oleh gangguan velvet yang menyebabkan kulit benih menjadi berwarna gelap dan berlendir. Pemicunya adalah karena suhu air penetasan terlalu rendah. Hal ini dapat diatasi dengan pemasangan pemanas atau heater untuk menjaga suhu air media penetasan tetap pada kisaran yang sesuai.


Untuk konsultasi teknis dapat menghubungi :

BALAI PERBENIHAN DAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR MUNTILAN
JL. KERKOP NO. 1 MUNTILAN MAGELANG

TELP. (0293) 587022

E-MAIL : balaimuntilan@yahoo.co.id 

                                        
                     

15 komentar:

  1. Tambahan :

    pengetahuan dasar tentang pemijahan ikan

    http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/05/12/pemijahan-vivipar-ovovivipar-dan-ovipar/

    BalasHapus
  2. cara penanganan sarangnya gimana ya gan?
    naruh sarangnya juga gimana?mohon masukkannya.trimaksih!

    BalasHapus
  3. UD. Nabila Farm

    Telur gurami yang kami hasilkan sangat berkualitas dan mempunyai daya tetas diatas 98 %, telah terbukti dengan penanganan yang baik hasil dari produksi kami dapat berkembang dengan baik dan cepat pertumbuhannya. Berikut kami informasikan data dari tempat usaha pembibitan kami :
    Komoditas : Telur gurame Soang, Jepun, Bastar dan Angsa
    Sistem : Intensif.
    Pemijahan : Alami.
    Sumber air : Air tenang / sumur.
    Kolam : Terpal/Tembok (kedalaman air 20-60cm)
    Pengangkutan : Dikemas dalam kotak styrofoam penahan panas, tahan sampai 24 jam.
    Kota tujuan : Seluruh Indonesia.
    Kapasitas pengiriman :
    UKURAN : KAPASITAS / butir / BOX
    Telur : 50.000 butir (5 paket) untuk luar pulau dikemas dalam 10 plastik beroksigen.
    Untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya pembelian minimal 1 paket (10.000 butir)
    Sistem pembibitan yang kami terapkan adalah sistem pembibitan intensif sehingga dapat memberi layanan telor gurami yang berkelanjutan, berkualitas dan murah. Kolam tanah, kolam semen dan kolam terpal, aquarium, pakan, probiotik, pupuk, oksigen, kantong plastic, stereform untuk pengemasan pengiriman jarak jauh dan sebagainya merupakan sumber daya yang kami miliki sehingga mendukung untuk produksi telur dan penjualan bibit sampai ke konsumen.
    Untuk informasi harga murah berkualitas dan konsultasi pembudidayaan silahkan contak person Widodo 085753563403 / 081227354545, atau kunjungi kami di www.guraminabila.blogspot.com atau datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Jl.Kaliurang Km 13,5 Sleman (10 meter selatan Honda AHASS). Kami memberikan garansi telur selamat sampai ke tujuan.
    Datang….Lihat dan tentukan keputusan yang terbaik bagi anda…..

    BalasHapus
  4. maaf, saya mau tanya kalo terjadi permaslahan seperti ini pak bagaimana penyelesainnya. indukan mau bertelur dan jumlah telur banyak, tetapi ketika berusia 3hari itu larvanya mati, itu karena masalah pakanya atau apa??? terus untuk pakan yang bagus bagi indukan gurami itu apa agar menghasilkan gonad yang berkualitas juga???

    BalasHapus
  5. Jual produk-produk untuk pembenihan ikan dan udang al : Artemia, Spirulina, Ovaprim, Flake, Pakan powder, Multivitamin dll.
    Terima Kasih
    Yanto - Pemalang, Jateng
    HP. 0812 2841 280

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk ofaprim berapa harganya...dan dpt buku panduan apa tidak

      Hapus
  6. kalau menelurkan ikan gurami di kolam terpal bisa gak ya?

    BalasHapus
  7. Untuk pembesaran Gurame saat ini masih menjadi primadona petani dari unsur harga yang relatif stabil, dan untuk pemberian makan ikan gurame “ sangat irit” dibandingkan dengan ikan yang lain. Jadi budidaya ikan gurame merupakan pilihan yang tepat untuk menghasilkan penghasilan yang lumayan.
    Untuk order ikan dapat menghubungi anton – 081805950039.

    BalasHapus
  8. kolam ikan gurame induk permukaannya berbusa dan berminyak itu kenapa ya?
    disarang ga ada telurnya..

    BalasHapus
  9. ketika telur sudah d letakan ke dalam baskom..stelah 1 malam kok mati ...kapa apa ada bahan tambahan untuk memperpanjang umur telur sampai menetas

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena pembuahan telur tidak sempurna, tdk ada bahan tambahan untuk memperpanjang umur telur gurami

      Hapus
  10. gemana dengan penamabahan cairan infus,,,,dan apa gegunaan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. cairan infus tdk digunakan dalam penetasan telur gurami, cairan infus digunakan untuk mengeluarkan sperma contoh : sperma ikan mas

      Hapus