Senin, 18 Juli 2011

PROFIL BALAI PERBENIHAN DAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR MUNTILAN

   Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar ( BPBIAT ) Muntilan Magelang merupakan salah satu Balair yang merupakan UPTD Dinlutkan sesuai dengan lampiran VI Peraturan Gubernur No. 38 Tahun 2008.
Berdiri pada tahun 1953 sesuai dengan surat Keputusan Gubernur dengan nama Balai Pendidikan Perikanan ( BPP ) Muntilan dan sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2002 tanggal 2 April 2002 berubah status menjadi Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan dengan tugas dan wewenang yang semakin meningkat.
Balai Muntilan terletak di Jl. Kerkop No. 1 Muntilan Dukuh Semampir Desa Muntilan Kecamatan Muntilan Kab. Magelang Jawa Tengah.
 

LAHAN DAN SUMBER AIR
    Balai Perbenihan Muntilan terletak pada ketinggian 350 mdpl dengan luas areal yang ditempati mencapai 29.510 m2 yang terbagi dalam :
  • Luas kolam=>15.000 m2
  • Luas Bangunan=> 1.353 m2
  • Luas Bak Indoor=> 200 m2
Sumber air yang dipregunakan sebagai air baku perbenihan dan budidaya berasal dari Sungai Lamat dengan debit air pada musim kemarau hanya 5 - 10 liter/detik.

FASILITAS
   Fasilitas yang dimiliki Balai BPBIAT Muntilan terdiri dari fasilitas pokok yang berperan langsung dalam penyelenggaraan kegiatan perbenihan dan budidaya dan fasilitas penunjang kegiatan perbenihan dan budidaya ikan.
Fasilitas Pokok, terdiri dari :
  1. Kolam Induk seluas 250 m2 = 2 buah
  2. Kolam Induk seluas 500 m2 = 1 buah
  3. Kolam Induk seluas 750 m2 = 1 buah
  4. Kolam Pendederan 500 m2 = 15 buah
  5. Kolam Pemberokan 50 m2 = 3 buah
  6. Kolam Pendederan 1000 m2 = 1 buah
  7. Kolam Pendederan 1500 m2 = 1 buah
Fasilitas Penunjang, terdiri dari : Gedung kantor, Rumah jaga, Gudang, Asrama, Hatchery, Aula, Perpustakaan, Aquarium, Bak Fiber, Bangsal Penjualan, Mushola.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Nomor 38 Tahun 2008, Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Muntilan, dengan tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas teknis dinas dan melaksanakan kebijakan teknis operasional Perbenihan dan Budidaya Ikan. Untuk melaksanakan tugas pokok Balai mempunyai fungsi sebagai berikut :
  • Penyusunan rencana teknis operasional perbenihan dan budidaya ikan.
  • Pelaksanaan kebijakan teknis operasional pelayanan teknis, standarisasi dan informasi perbenihan dan budidaya ikan air tawar.
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang perbenihan dan budidaya ikan air tawar.
  • Pengelolaan ketatausahaan.
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.   
VISI DAN MISI

VISI " Terwujudnya Sumber Daya Perikanan sebagai sumber utama penghidupan, Pandapatan dan Kesejahteraan yang Berkelanjutan".

 "MISI"
  1. Meningkatkan kemampuan SDM dalam memanfaatkan Sumber Daya Perikanan.
  2. Meningkatkan dan menjaga daya dukung lahan dan kelestarian sumberdaya Perikanan
  3. Menembangkan alternatif penguasaan sumberdaya perikanan
  4. Meningkatkan iklim usaha yang kondusif
  5. Meningkatkan produksi dan produktifitas perikanan
  6. Meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan
  7. Peningkatan dan penguatan jaringan serta daya tembus pemasaran produk
  8. Peningkatan dan penguatan sistem informasi perikanan, meliputi distribusi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya serta potensi pasar
  9. Memberdayakan sosial ekonomi masyarakat perikanan 


STUKUTUR ORGANISASI BPBIAT MUNTILAN

Kepala Balai
Kelompok Jabatan Fungsional
Sub Bagian Tata Usaha - Seksi Pelayan Tenis - Seksi Standarisasi dan Informasi
Satker Janti - Satker Ngrajek - Satker Ambarawa

KOMODITAS DAN KETERSEDIAAN INDUK

    Komoditas yang dikembangkan di Balai PBIAT Muntilan meliputi ikan Nila Merah, Lele, Bawal, Grass Carp, dan Gurami. Namun komoditas utama yang dikembangkan menuju Broodstock center adalah jenis Gurame.


BROODSTOCK CENTER GURAME

Ikan Gurame merupakan ikan asli Indonesia dan mulai dikembangkan di BPBIAT Muntilan sejak tahun 1990-an dengan mendatangkan induk gurame dari petani Kab. Magelang dengan nama strain gurame lokal. Mulai tahun 2004 dilakukan pemijahan secara intensif, dan tahun 2007 sudah mulai dilakukan selective breeding dengan menyilangkan 4 strain dengan 6 jumlah variasi perlakuan. Kegiatan hibridisasi dilakukan untuk menghasilkan benih gurame hibrida melalui persilangan antara Gurame Soang milik Muntilan dengan gurame Blue Safir milik Purbalingga. Gurame yang digunakan berasal dari strain Soang, Jepun, Blue Safir dan Gurame Albino.


Gurami Bastar Betina

Gurami Bastar Jantan

Gurami Paris Betina

Gurami Paris Jantan


APLIKASI KEGIATAN BPBIAT MUNTILAN

1. Kegiatan Perekayasa dan Produksi

    Kegiatan yang dilaksanakan merupakan pengkajian dan penerapan pada ikan introduksi dan ikan spesifik lokal serta penyediaan induk dan benih bermutu. Balai Perbenihan Ikan Air Tawar Muntilan memiliki 3 Satker, BPBIAT Muntilan memiliki lahan yang pemanfaatannya digunakan bagi kegiatan Budidaya Ikan Gurame, Karper, Nila dan Tawes

Satker PBIAT Ngrajek        : Lele, Nila, Karper, Tawes (5,3 ha)
Satker PBIAT Janti             : Nila Merah (3,2 ha)
Satker PBIAT Ambarawa  : Nila, Karper, Gabus, Ikan Hias (1 ha)

Kegiatan Broodstock Center Nila di Satker PBIAT Janti, Broodstock Center Ikan Mas dan Gurame di BPBIAT Muntilan sedangkan Broodstock Center Ikan Lele di Satker PBIAT Ngrajek.

2. Kegiatan yang dilaksanakan berupa :
  • Pembinaan dan bimbingan teknis UPR
  • Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar kepada UPR dan Pembudidaya Ikan
  • Konsultasi teknis budidaya pembenihan dan penyakit ikan
  • Pelayanan penelitian, pendidikan masyarakat dan magang umum / khusus
  • Sosialisasi, seminar, temu teknis, temu lapang, workshop, pameran
  • Demplot/dempond ( percontohan ) dan kaji terap teknologi. 

3. Kegiatan Monitoring dan Pengendalian Penyakit Ikan 
  
    Kegiatan monitoring  dan pengendalian penyakit ikan dilakukan menyesuaikan pendanaan dari setiap tahunnya, namun hal ini dilakukan secara rutin guna mengantisipasi serangan wabah penyakit di suatu wilayah budidaya, selain itu dilakukan pula konsultasi teknis terhadap petani ikan yang membutuhkan bantuan teknis penanggulangan dan pengobatan pada ikan yang terserang penyakit dan tidak dipunggut biaya.

4. Kegiatan Kemitraan

    Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk kerjasama ini bertujuan untuk menunjang keberhasilan program yang ada. Kerjasama dilaksanakan dengan instansi dalam negeri seperti Dinas Terkait, Perguruan Tinggi dan pihak swasta.

5. Kegiatan Broodstock Center Regional di Provinsi Jawa Tengah

    Kegiatan Broodstock Center regional ikan nila di Satker PBIAT Janti telah berhasil melaksanakan pemuliaan dengan sistem hibridisasi antara strain Nila hitam GIFT (GG) betina dan Nila Merah Strain Singapura (SS) Jantan. Keberhasilan tersebut telah dikukuhkan dengan pelepasan varietas ikan nila LARASATI sebagai benih bermutu oleh Menteri Kelautan dan Perikanan tanggal 23 Nopember 2009 di Janti Kab. Klaten, sesuai dengan surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor : Kep. 79/MEN/2009.
      Kegiatan Broodstock Center Regional Ikan Lele yang dilakukan di Satker PBIAT Ngrajek, yang sesuai dengan protokol yang telah digariskan dengan melakukan kegiatan perbanyakan induk ikan lele sangkuriang dan kegiatan pembentukan galur murni ikan lele dari berbagai strain sebagai bahan dasar untuk melakukan Hibridisasi.
           Kegiatan Broodstock Center Regional Ikan Gurami dan Ikan Mas dilakukan di BPBIAT Muntilan dengan melakukan kegiatan sesuai protokol, telah dilakukan inventarisasi induk dan pengadaan induk sebagai bahan dasar untuk melakukan kegiatan pemuliaan induk, selanjutnya akan dilakukan kegiatan Hibridisasi antar strain unggulan hasil dari selective breeding.

Sekian perkenalan singkat dari kami..untuk info lebih lanjut dapat langsung datang ke Kantor Balai Perbenihan dan budidaya Ikan Air Tawar Muntilan d/a Jl. Kerkop No. 1 Muntilan Magelang Jateng 56411.Telp ( 0293 ) 587022.E-mail : balaimuntilan@yahoo.co.id  


Add caption