Minggu, 02 Maret 2014


PEMBERITAHUAN

Mulai tahun 2014 blog ini kami non-aktifkan, untuk informasi mengenai perbenihan dapat diakses pada website Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Jateng dengan alamat website :


www.diskanlut-jateng.go.id/2013


Untuk melihat informasi mengenai Balai Pebenihan Muntilan dapat meng-klik kolom Microsite UPT yang tertera di menu Halaman Utama Website



Terimakasih

Admin

Selasa, 17 Juli 2012

GELAR PROMOSI AGRIBISNIS (GPA) V 2012

Gelar Promosi Agribisnis (GPA) V 2012 resmi dibuka oleh Gubernur Jateng Bp. H. Bibit Waluyo


Gelar Promosi Agrobisnis (GPA) Soropadan V Th. 2012, sering pula disebut Soropadan Agro Expo yang telah menjadi agenda rutin tahunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali diselenggarakan di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani BW Agro Center Soropadan, Kecamatan Pringsurat–Temanggung Jawa tengah tanggal 28 Juni s/d 2 Juli 2012, dengan tema “ Bangga dan cinta mengkonsumsi produk petani wujudkan kesejahteraan masyarakat”. GPA V dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo, yang didampingi oleh PLT.Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian, Banun Harpini, Staf ahli Kementerian Perdagangan, Ketua DPRD Jateng dan mantan Gubernur Jawa tengah Mardiyanto.


Rangkaian acara GPA V 2012

GPA V diikuti oleh 74 peserta stand yang terdiri dari Pelaku Agribisnis, SKPD Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota, Perusahaan swasta, Anggota Mitra Praja Utama (Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur), Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Selain Pameran dalam ajang GPA V ini juga di selenggarakan Pameran dan Bursa Komoditas Unggulan Agro, Pasar lelang Komoditas Agro, Pasar Tani, Loka Karya dan Temu Wicara, Lomba Anak - anak dan keluarga serta Pentas Seni dan Budaya. Guna menarik pengunjung juga diadakan lomba mancing, stand aneka jajanan dan makanan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami dari Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) Muntilan yang berada dibawah lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah mengadakan acara Lomba Mancing Gelar Promosi Agribisnis (GPA) V Soropadan Th. 2012.

Acara dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 Juni 2012 berlokasi di Kolam Mina Wisata BW Agrocenter Soropadan dan di buka secara resmi oleh Kepala BPBIAT Bp. Ir. Arif Rahman Hakim.
 
Pembukaan Lomba Mancing GPA V oleh Kepala Balai Bp. Ir. Arif Rahman Hakim
Area Kolam Mina Wisata BW Agrocenter Soropadan

Lomba Mancing GPA V dimulai dengan administrasi peserta kurang lebih 90 orang dan resmi dimulai dengan pelepasan Mascot. Mascot yang dipergunakan dari Jenis Ikan Karper yang akan dihitung dari berat mascot tersebut. Selain itu juga terdapat jenis ikan tawar lainnya ( Nila dan Lele ).

Adapun Peraturan Lomba Mancing GPA V adalah sebagai berikut :
  1. Mengumpulkan Fotocopy KTP/SIM saat mendaftar.
  2. Tanda peserta dan nomor lapak diundi dan diambil ebelum lomba dimulai. 
  3. Lomba dimulai pukul 09.00 s/d 14.00 WIB.
  4. Saat lomba berlangsung peserta hanya boleh memancing di lapak masing-masing/tidak berpindah-pindah dan tidak boleh mencemari kolam.
  5. Setiap peserta hanya boleh menggunakan 1 joran dan 1 kail dan untuk peralatan mancing peserta membawa sendiri.
  6. Penilaian berdasrkan dari Ikan Mascot terberat yang terpancing.
  7. Penimbangan dilakukan secara terbuka dan adil.
  8. Jika terjadi ikan mascot yang terpancing mempunyai bobot yang sama maka urutan pemenangnya adalah yang terlebih dahulu mendapatkan mascot tersebut.
  9. Setelah lomba selesai peserta boleh melanjutkan kegiatan memancing sampai pukul 17.00 WIB.
  10. Pemenang hanya berhak 1 hadiah mascot dan bagi peserta yang sudah mendapat mascot tidak berhak mendapat doorprice.
  11. Ikan hasil pancingan menjadi hak peserta.
  12. Jagalah ketertiban dan kenyamanan bersama dan keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.

Pelepasan Mascot





Suasana Lomba Mancing GPA V Th. 2012  



 Daftar Pemenang Lomba Mancing GPA V 2012 :

Juara I =========> Bp. Moenirrun / Bojong Magelang / 5,165 kg*

Juara II ========>  Bp. Budiyono / Mudal Temanggung / 4,265 kg

Juara III =======>   Bp. Suyoto / Temanggung / 3,440 kg

Juara Harapan I ==>  Bp. Handoyo / Mertoyudan Magelang / 2,840 kg

Juara Harapan II ==> Bp. Muchammad Ichsan / Grabag Magelang / 2,810 kg

Juara Harapan III =>  Bp. Manto / Secang Magelang / 2,730 kg

Nb : * (berat mascot yang ditangkap)






Mascot tangkapan para pemenang

Penyerahan hadiah untuk Juara Harapan I, II dan III dilaksanakan pada hari itu juga sedangkan untuk Juara I, II dan III diserahkan pada saat acara penutupan GPA V  dan diserahkan secara langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Bp. Ir. Trisno Utomo, MM. Acara Gelar Promosi Agribisnis (GPA) V Soropadan ditutup secara resmi pada tanggal 2 Juli  2012 oleh Asisten II Sekda Provinsi Jawa Tengah (Bidang ekonomi dan Pembangunan). Dr. Ir. Sri Puryono, M.Sc.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah

Juara I, II dan III Lomba Mancing GPA V 2012

Penyerahan hadiah kepada para pemenang
Juara Harapan I, II dan III

Acara Penutupan Gelar Promosi Agribisnis (GPA) V 2012


Rabu, 21 Maret 2012

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN GURAMI

PENDAHULUAN

Ikan gurami merupakan ikan asli Asia Tenggara yang penyebarannya meliputi beberapa wilayah Indonesia seperti Pulau Jawa, Sumatra & Kalimantan. Pada habitat awalnya ikan ini merupakan asli sungai ataupun rawa, ikan gurami merupakan herbivora atau pemakan daun-daunan, dan termasuk ikan yang mempunyai alat pernapasan tambahan berupa labirint.
Ikan gurami terkenal dengan pertumbuhan yang lambat sehingga hal ini memberikan peluang bagi para pembudidaya untuk lebih mengembangkan cara budidaya yang baik, praktis dan efisien untuk mempercepat laju pertumbuhan ikan gurami. Kegiatan pemeliharaan ikan gurami terbagi atas segmentasi pemeliharaan yang panjang, mulai dari proses pemijahan yang menghasilkan telur hingga proses pendederan mencapai beberapa tahapan pendederan.

MORFOLOGI INDUK BETINA DAN INDUK JANTAN

URAIAN                              BETINA                                               JANTAN

Dahi                               Tidak ada Penonjolan                                 Ada Penonjolan


Dasar Sirip                    Gelap/Kehitaman                                       Terang
Dada


Tutup Insang                  Putih Kecoklatan                                        Kekuningan


Sirip Ekor                      Ujung sirip ekor                                       Ujung sirip
                                                                                                       tampak rata,bila
                                       tampak melengkung & 
                                       tdk bergerak                                         ditidurkan
                                                                                                    bergerak-gerak k atas

Induk Gurami Betina

Induk Gurami Jantan
 
PEMILIHAN INDUK SIAP PIJAH

Ciri-ciri induk jantan siap pijah adalah adanya benjolan di kepala bagian atas, rahang bawah yang tebal, dan tidak adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuhnya memerah berbintik hitam terang dengan perut membentuk sudut tumpul, bila bagian perut ditekan akan mengeluarkan sperma berwarna putih. Sedangkan induk betina yang siap pijah ditandai dengan bentuk kepala bagian atas datar, rahang bawah tipis, dan adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuh lebih terang dan bentuk perutnya besar bulat, bila bagian perut ditekan kearah kelamin akan mengeluarkan telur berwarna putih.

PEMIJAHAN

Induk yang sudah matang gonad siap untuk ditebarkan di kolam pemijahan. Kolam pemijahan merupakan kolam khusus yang ukurannya tergantung jumlah induk yang dimiliki, ukuran minimumya 20 m2 dan maksimum dapat mencapai 1000 m2 dengan kedalaman ideal 0,8 m - 1,5 m. Kolam induk sebaiknya dekat dengan kolam pemijahan sehingga memudahkan proses pemindahan induk ikan. Padat tebar induk ikan gurami diusahakan 1 ekor induk ikan yang bobotnya 3-5 kg per ekor sebaiknya memiliki areal untuk bergerak bebas seluas 5 m2. Penebaran induk dilakukan dengan perbandingan 1 ekor jantan yang bobotnya mencapai 3-5 kg dan 3 ekor betina yang bobotnya minimal 3 kg.
Proses pemijahan biasanya akan berlangsung yang diawali 1 minggu pertama induk jantan telah memulai membuat sarang, lamanya membuat sarang lebih kurang 6 hari kemudian induk betina yang sudah siap pijah memiliki naluri akan segera berpijah setelah sarangya siap, terjadinya proses pemijahan selama 2-3 hari, induk betina segera mengeluarkan telur-telurnya dan secara bersamaan pula induk jantan menyemprotkan sperma dan terjadi proses pembuahan telur oleh sperma jantan. Proses perkawinan akan diakhiri apabila jantan telah menutup sarang, dengan ijuk atau sejenisnya. Keberhasilan proses pemijahan dapat diamati pula dengan melihat pemukaan kolam yang ada sarang guraminya terlihat keluar banyak minyak dipermukaan air dan tecium bau amis.

PENETASAN TELUR

Pengambilan sarang yang berisi telur dilakukan secara berhati-hati dengan cara memegang sisi luar bagian paling bawah sarang dan sebaiknya sarang tidak diangkat begitu saja, tetapi menggunakan wadah berupa ember atau baskom yang berisi air dan diberi Metheline Blue dengan perbandingan 5 cc obat untuk 5 liter air. Selanjutnya sarang dan ember tersebut dibawa ke tempat penetasan.
Penetasan dapat dilakukan di dalam paso atau baskom maupun di dalam akuarium. Air di dalam baskom atau akuarium diberi aerasi atau supplay oksigen dan setiap hari dilakukan pengambilan telur-telur yang tidak menetas atau berjamur supaya tidak menular ke telur yang sehat. Biasanya telur gurami akan menetas setelah 36-41 jam.

PEMELIHARAAN LARVA

Setelah telur menetas, larva dapat dipelihara dalam paso atau baskom selama 8-10 hari sampai kuning telur habis. Bila penetasan dilakukan di dalam akuarium, pemindahan larva tidak perlu dilakukan. Selama pemeliharaan di akuarium, penggantian air perlu dilakukan untuk membersihkan air dari minyak yang dihasilkan saat penetasan. Suhu dipertahankan pada kisaran 29-30 derajat celcius.
Pemindahan larva dari lokasi penetasan ke lokasi pembesaran / pendederan dapat dilakukan dengan menggunakan baskom atau ember. Larva dimasukkan ke dalam ember bersama air dari tempat penetasan sehingga larva tidak stres. Sebaiknya pemindahan ke kolam atau tempat pendederan dilakukan pada pagi atau sore hari dimana pebedaan suhu antara air media penetasan dan air media pendederan atau kolam tidak begitu mencolok.

PEMBERIAN PAKAN

Pakan mulai diberikan setelah larva berumur 8-10 hari atau setelah kuning telur habis. Pakan yang diberikan adalah pakan alami yang bisa berupa artemia, kutu air berupa daphina atau moina, cacing sutera. Jenis pakan yang diberikan ini disesuaikan dengan bukaan mulut larva. Frekuensi pemberian sebanyak 4-5 kali sehari.
Untuk larva yang dipelihara di akuarium, pemberian pakan dapat diberikan sebanyak 2 sendok makan untuk 1000 ekor larva setiap pemberian. Ketika sudah semakin besar, kepadatan larva dalam satu akuarium dapat dikurangi. Larva yang dipelihara dalam akuarium selanjutnya dipelihara hingga menjadi benih yang siap ditebarkan ke kolam pemeliharaan benih.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DALAM USAHA PEMBENIHAN IKAN GURAMI

Berikut ini beberapa permasalahan yang sering ditemui dalam usaha pembenihan ikan gurami :

1. Induk Malas Memijah
    Induk gurami yang telah matang gonad kadang-kadang tidak mau memijah. Hal ini sebagian besar diakibatkan karena kondisi lingkungan kolan yang tidak nyaman bagi indukan atau indukan belum benar-benar matang gonad. Cara mengatasinya adalah dengan memijahkan induk yang benar-benar telah matang gonad dan kolam pemijahan jangan terlalu padat, cukup 40 ekor/1000 m2 atau bisa juga dengan perbandingan 3 betina : 1 jantan untuk kolam dengan ukuran 4m x 3m.

2. Jumlah Telur Sedikit
    Hal ini bisa disebabkan oleh umur induk yang terlalu muda. Untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan induk jantan yang  telah berumur 4 tahun dan induk betina yang berumur 3 tahun.

3. Telur Tidak Menetas
    Telur yang tidak menetas bisa disebabkan oleh kualitas induk yang kurang bagus dan penanganan sarang yang salah sehingga telur mati. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan induk yang kualitasnya benar-benar memenuhi syarat sehingga telur yang dihasilkan bagus mutunya dan tidak mengangkat baskom atau ember begitu saja akan tetapi sarang diangkat bersama dengan air kolam pemijahan agar telur tidak terkontaminasi dengan udara luar.

4. Tubuh Benih Berwarna Hitam
    Kondisi ini disebabkan oleh gangguan velvet yang menyebabkan kulit benih menjadi berwarna gelap dan berlendir. Pemicunya adalah karena suhu air penetasan terlalu rendah. Hal ini dapat diatasi dengan pemasangan pemanas atau heater untuk menjaga suhu air media penetasan tetap pada kisaran yang sesuai.


Untuk konsultasi teknis dapat menghubungi :

BALAI PERBENIHAN DAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR MUNTILAN
JL. KERKOP NO. 1 MUNTILAN MAGELANG

TELP. (0293) 587022

E-MAIL : balaimuntilan@yahoo.co.id 

                                        
                     

Selasa, 01 November 2011

SATUAN KERJA PERBENIHAN DAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR NGRAJEG

PENDAHULUAN

Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajeg ( Satker PBIAT Ngrajeg ) merupakan salah satu dari tiga satuan kerja yang ada pada Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Muntilan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah (sesuai peraturan Gubernur Provinsi Jawa Tengah No. 38 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Unit Pelaksana Teknis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah)
Berdiri pada tahun 1962 dengan nama Balai Benih Ikan Sentral Ngrajeg (BBIS Ngrajeg), dan pada tahun 2003 berubah nama menjadi Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajeg. Berlokasi di Jl Raya Borobudur Km 4, Desa Ngrajeg, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

LAHAN DAN SUMBER AIR

Satker PBIAT Ngrajeg terletak pada ketinggian 340 mdpl dengan luas areal 5,3 Ha. Sumber air berasal dari 2 mata air, Umbul Mudal di Desa Ngrajeg dan Umbul Combrang di Desa Paremono, dengan debit mencapai 54 liter/detik.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

  1. Melaksanakan Penyedia Benih dan Calon Induk Ikan Bermutu
  2. Melaksanakan Pencegahan dan Penanggulangan Hama Penyakit Ikan
  3. Melaksanakan Teknologi Perbenihan dan Budidaya Ikan yang Baik dan Ramah Lingkungan
  4. Melaksanakan Penebaran Benih di Perairan Umum
  5. Melaksanakan Tugas Administrasi dan Ketatausahaan
  6. Melaksanakan Pembinaan Teknis Perbenihan dan Budidaya Ikan kepada siswa, mahasiswa, pembudidaya ikan dan UPR
  7. Tempat untuk Menyelenggarakan Pendidikan dan Penyuluhan (Training Center)
  8. Merupakan Pusat Informasi dan Referensi Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar

FASILITAS

Fasilitas Pokok
  1. Kolam Induk Lele                                          11  buah
  2. Kolam Induk Nila Merah                                 4  buah
  3. Kolam Induk Nila Hitam                                  2  buah
  4. Kolam Induk Graskarp                                    1  buah
  5. Kolam Induk Patin                                           1  buah
  6. Kolam Induk Karper                                       1  buah
  7. Kolam Induk Tawes                                        2  buah
  8. Kolam Pemberokan Nila                                 2  buah
  9. Kolam Pendederan                                        17  buah
  10. Hatchery                                                         2    unit
  11. Laboratorium                                                  1    unit
  12. Peralatan Perbenihan                                       2    unit
  13. Peralatan Penangkapan                                   2    unit
  14. Gudang Pakan                                                1    unit
  15. Bangsal Penjualan                                           1    unit





Fasilitas Pendukung
  1. Gedung Kantor
  2. Gedung Pertemuan/Seminar/Training Center
  3. Rumah Dinas dan Rumah Jaga
  4. Asrama
  5. Perpustakaan
  6. Mushola


BROODSTOCK CENTER LELE

Berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. KEP.03/MEN/2011 tentang Jejaring Pemuliaan Ikan, Menetapkan Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajeg, Jawa Tengah sebagai Anggota Pemuliaan Ikan Lele. Kegiatan Broodstock Center Lele Satker PBIAT Ngrajeg mengacu pada Protokol Pemuliaan Ikan Lele dan Perbanyakan Induk Ikan Lele yang ditetapkan pada Pertemuan Broodstock Center Ikan di Sukabumi pada tanggal 9-11 November 2010. Dan berdasarkan Supervisi ke Lapangan telah diterbitkan Surat Keterangan Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Nomor : 3850.1/BBPBAT/PB.121/X/2010 yang menyatakan bahwa : Satker PBIAT Ngrajeg telah melakukan kegiatan proses produksi perbanyakan calon induk lele Sangkuriang pada tahun 2010 sesuai dengan protokol Pemuliaan Ikan Lele (Protokol P 01 Perbanyakan Calon Induk Lele Sangkuriang)





KEGIATAN BROODSTOCK CENTER LELE ( BCL )

  • Perbanyakan Induk Lele Sangkuriang (Protokol 01)
  • Produksi Induk Lele Galur Murni (Protokol 02)
  • Uji Hibridisasi Induk Ikan Lele untuk Menghasilkan Benih Unggul (Protokol 03)

Senin, 17 Oktober 2011

SATKER PBIAT JANTI-KLATEN




PROFIL

SATKER PBIAT Janti merupakan salah satu dari tiga SATKER ( satuan kerja ) Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah . Terletak di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Dibangun pada tahun 1975 diatas lahan seluas 2,89 hektar. Luas kolam 1,7 hektar (60%), bangunan dan ruang terbuka 0,98 hektar (30%) dan saluran 0,21 hektar (10%), dengan ketinggian tempat 203 meter dpl. Sumber air berasal dari Umbul Nilo melalui saluran irigasi teknis yang mengalir sepanjang tahun dengan debit berkisar 25 - 40 i/dt dan kualitas yang cukup, sehingga ideal bagi kegiatan perbenihan ikan. Meningkatnya kebutuhan ikan Nila Merah untuk kebutuhan ekspor maupun konsumsi masyarakat merangsang berkembangnya budidaya Nila Merah, baik di Karamba Jaring Apung (KJA) maupun pada kolam. Perkembangan ini mendorong meningkatnya kualitas. Sejalan dengan hal tersebut dan dengan pemanfaatan potensi yang ada maka Satker PBIAT Janti mengembangkan secara intensif baik melalui perbenihan sistem Janti maupun sistem sapih benih.




TUPOKSI
  • Melaksanakan penyediaan benih dan calon induk bermutu
  • Melaksanakan kaji terap teknologi perbenihan
  • Melaksanakan pengawasan, pengendalian hama penyakit ikan
  • Melaksanakan sebagian tugas teknis Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan
  • Melaksanakan tugas ketatausahaan

Untuk melaksanakan TUPOKSI dan tugas-tugas pelayanan, Satker PBIAT Janti didukung oleh 18 orang pegawai.

SUSUNAN ORGANISASI
Guna mendukung kelancaran tugas dan pelayanan kepada masyarakat, telah disusun struktur organisasi yang terdiri dari :
  1. Pimpinan
  2. Bagian Administrasi
  3. Bagian Keuangan
  4. Sie. Produksi
  5. Sie. Pengendali Mutu
  6. Sie. Pemasaran
FASILITAS-FASILITAS
Fasilitas Pokok :
  • Kolam Induk = 7 unit
  • Kolam Pendadaran = 23 unit
  • Kolam Pembesaran = 4 unit
  • Kolam Tampung Benih = 3 unit
  • Bak Pemberokan = 16 unit
  • Bak Pemijahan = 14 unit
  • Hatchery Indoor = 1 unit
  • Hatchery Outdoor = 1 unit
  • Peralatan Perbenihan
  • Peralatan Kolam
  • Laboratorium = 1 unit
  • Asrama
  • Aula / Ruang Pertemuan
  • Bangsal Penjualan Benih
  • Mushola


Benih Sebar Nila Merah Larasati

Kolam Air Tenang (KAT)

Kolam Air Deras (KAD)

Benih Sebar Nila Merah Larasati

KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

1. Perbenihan Ikan 
Meningkatnya kegiatan budidaya ikan mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan benih ikan baik    secara  kuantitatif maupun kulitatif. Untuk mengantipasi hal tersebut maka Satker PBIAT Janti masih tetap diarahkan pada kegiatan perbenihan. Teknologi perbenihan ikan yang dilaksanakan antara lain : pemijahan Janti ( ketekan ) dan sapih benih untuk pemijahan ikan Nila. Sedangkan pemijahan alami dan hyposasi dilakukan untuk pemijahan ikan lele dan karper.

2. Kegiatan Pelayanan
Tugas Layanan kepada masyarakat, antara lain :
Pelayanan pendidikan benih / induk bermutu
Pelayanan penelitian, magang dan PKL bagi mahasiswa, pelajar dan masyarakat pembudidaya
Pelayanan kesehatan ikan
Pelayanan informasi teknologi perbenihan dan informasi lainnya berkaitan dengan pembudidayaan

3. Kegiatan Pemurnian Induk Ikan
Kegiatan pemurnian induk Nila dilakukan melalui kegitan crossbreeding (hibridisasi).

RENCANA PENGEMBANGAN

Dalam upaya mengantisipasi pesatnya perkembangan pembudidayaan ikan serta pentingnya peningkatan dan penyediaan mutu/kualitas benih/induk unggul, maka rencana pengembangan yang sedang dan akan dilaksanakan adalah :
  • Pemurnian induk ikan Nila ( Broodstock Center Regional ) melalui kegiatan crossbreeding (hibridisasi) telah dihasilkan Nila unggul LARASATI.
  • Pengembangan benih sebar nila merah hybrid monosek jantan.
  • Sertifikasi perbenihan
  • Peningkatan sarana dan prasarana perbenihan
  • Deversifikasi komoditas ( lele, gurami, pangasius , bawal dan karper )

LARASATI ( Nila Merah Strain Janti )

Peluang usaha budidaya yang menguntungkan :

  • Benih ikan Larasati sebagai benih sebar telah teruji sebagai produk benih Nila Nerah hibrid berkualitas unggul baik dipelihara di kolam air tenang, kolam air deras maupun karamba jaring apung.
  • Ikan Larasati sangat digemari masyarakat karena memiliki beberapa keunggulan antara lain : Dagingnya tebal dan rasanya lezat, serta cepat pertumbuhannya.
  • Ikan Larasati merupakam produk komoditas eksport
  • Ikan Larasati sangat mudah di budidayakan dan merupakan benih sebar nila merah yang tahan terhadap perubahan lingkungan dan ketahanan bakteri Streptococcus Agalactiae sudah teruji secara Laboratoris
  • Pengembangan usaha ikan Larasati masih terbuka luas baik pangsa pasar maupun lahan budidayanya.
  • Kegiatan budidaya Ikan Larasati telah memberikan dampak positif terhadap sosial ekonomi masyarakat terbukti dengan terbukanya lapangan dan peluang usaha di bidang budidaya serta terbukanya kawasan wisata kuliner.

Pemberlakuan teknik budidaya yang benar sebagai berikut :

  • Persiapan kolam budidaya yang benar
  • Pemberian pakan yang sesuai
  • Managemen kualitas air yang baik
  • Hindari pemakaian pestisida dan obat-obatan yang dilarang
  • Perlakuan pasca panen yang baik


Keunggulan Benih Ikan Nila Strain Janti ( LARASATI )

  • Pertumbuhan cepat
  • Survival Rate ( Kelulushidupan ) yang tinngi : ( >90%)
  • Mampu cepat beradaptasi terhadap lingkungan
  • Memiliki ketahanan terhadap penyakit yang tinngi.

Demikian sedikit informasi yang kami bagikan..sampai jumpa d blog kami selanjutnya...****

Senin, 18 Juli 2011

PROFIL BALAI PERBENIHAN DAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR MUNTILAN

   Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar ( BPBIAT ) Muntilan Magelang merupakan salah satu Balair yang merupakan UPTD Dinlutkan sesuai dengan lampiran VI Peraturan Gubernur No. 38 Tahun 2008.
Berdiri pada tahun 1953 sesuai dengan surat Keputusan Gubernur dengan nama Balai Pendidikan Perikanan ( BPP ) Muntilan dan sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2002 tanggal 2 April 2002 berubah status menjadi Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan dengan tugas dan wewenang yang semakin meningkat.
Balai Muntilan terletak di Jl. Kerkop No. 1 Muntilan Dukuh Semampir Desa Muntilan Kecamatan Muntilan Kab. Magelang Jawa Tengah.
 

LAHAN DAN SUMBER AIR
    Balai Perbenihan Muntilan terletak pada ketinggian 350 mdpl dengan luas areal yang ditempati mencapai 29.510 m2 yang terbagi dalam :
  • Luas kolam=>15.000 m2
  • Luas Bangunan=> 1.353 m2
  • Luas Bak Indoor=> 200 m2
Sumber air yang dipregunakan sebagai air baku perbenihan dan budidaya berasal dari Sungai Lamat dengan debit air pada musim kemarau hanya 5 - 10 liter/detik.

FASILITAS
   Fasilitas yang dimiliki Balai BPBIAT Muntilan terdiri dari fasilitas pokok yang berperan langsung dalam penyelenggaraan kegiatan perbenihan dan budidaya dan fasilitas penunjang kegiatan perbenihan dan budidaya ikan.
Fasilitas Pokok, terdiri dari :
  1. Kolam Induk seluas 250 m2 = 2 buah
  2. Kolam Induk seluas 500 m2 = 1 buah
  3. Kolam Induk seluas 750 m2 = 1 buah
  4. Kolam Pendederan 500 m2 = 15 buah
  5. Kolam Pemberokan 50 m2 = 3 buah
  6. Kolam Pendederan 1000 m2 = 1 buah
  7. Kolam Pendederan 1500 m2 = 1 buah
Fasilitas Penunjang, terdiri dari : Gedung kantor, Rumah jaga, Gudang, Asrama, Hatchery, Aula, Perpustakaan, Aquarium, Bak Fiber, Bangsal Penjualan, Mushola.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Nomor 38 Tahun 2008, Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Muntilan, dengan tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas teknis dinas dan melaksanakan kebijakan teknis operasional Perbenihan dan Budidaya Ikan. Untuk melaksanakan tugas pokok Balai mempunyai fungsi sebagai berikut :
  • Penyusunan rencana teknis operasional perbenihan dan budidaya ikan.
  • Pelaksanaan kebijakan teknis operasional pelayanan teknis, standarisasi dan informasi perbenihan dan budidaya ikan air tawar.
  • Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang perbenihan dan budidaya ikan air tawar.
  • Pengelolaan ketatausahaan.
  • Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.   
VISI DAN MISI

VISI " Terwujudnya Sumber Daya Perikanan sebagai sumber utama penghidupan, Pandapatan dan Kesejahteraan yang Berkelanjutan".

 "MISI"
  1. Meningkatkan kemampuan SDM dalam memanfaatkan Sumber Daya Perikanan.
  2. Meningkatkan dan menjaga daya dukung lahan dan kelestarian sumberdaya Perikanan
  3. Menembangkan alternatif penguasaan sumberdaya perikanan
  4. Meningkatkan iklim usaha yang kondusif
  5. Meningkatkan produksi dan produktifitas perikanan
  6. Meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan
  7. Peningkatan dan penguatan jaringan serta daya tembus pemasaran produk
  8. Peningkatan dan penguatan sistem informasi perikanan, meliputi distribusi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya serta potensi pasar
  9. Memberdayakan sosial ekonomi masyarakat perikanan 


STUKUTUR ORGANISASI BPBIAT MUNTILAN

Kepala Balai
Kelompok Jabatan Fungsional
Sub Bagian Tata Usaha - Seksi Pelayan Tenis - Seksi Standarisasi dan Informasi
Satker Janti - Satker Ngrajek - Satker Ambarawa

KOMODITAS DAN KETERSEDIAAN INDUK

    Komoditas yang dikembangkan di Balai PBIAT Muntilan meliputi ikan Nila Merah, Lele, Bawal, Grass Carp, dan Gurami. Namun komoditas utama yang dikembangkan menuju Broodstock center adalah jenis Gurame.


BROODSTOCK CENTER GURAME

Ikan Gurame merupakan ikan asli Indonesia dan mulai dikembangkan di BPBIAT Muntilan sejak tahun 1990-an dengan mendatangkan induk gurame dari petani Kab. Magelang dengan nama strain gurame lokal. Mulai tahun 2004 dilakukan pemijahan secara intensif, dan tahun 2007 sudah mulai dilakukan selective breeding dengan menyilangkan 4 strain dengan 6 jumlah variasi perlakuan. Kegiatan hibridisasi dilakukan untuk menghasilkan benih gurame hibrida melalui persilangan antara Gurame Soang milik Muntilan dengan gurame Blue Safir milik Purbalingga. Gurame yang digunakan berasal dari strain Soang, Jepun, Blue Safir dan Gurame Albino.


Gurami Bastar Betina

Gurami Bastar Jantan

Gurami Paris Betina

Gurami Paris Jantan


APLIKASI KEGIATAN BPBIAT MUNTILAN

1. Kegiatan Perekayasa dan Produksi

    Kegiatan yang dilaksanakan merupakan pengkajian dan penerapan pada ikan introduksi dan ikan spesifik lokal serta penyediaan induk dan benih bermutu. Balai Perbenihan Ikan Air Tawar Muntilan memiliki 3 Satker, BPBIAT Muntilan memiliki lahan yang pemanfaatannya digunakan bagi kegiatan Budidaya Ikan Gurame, Karper, Nila dan Tawes

Satker PBIAT Ngrajek        : Lele, Nila, Karper, Tawes (5,3 ha)
Satker PBIAT Janti             : Nila Merah (3,2 ha)
Satker PBIAT Ambarawa  : Nila, Karper, Gabus, Ikan Hias (1 ha)

Kegiatan Broodstock Center Nila di Satker PBIAT Janti, Broodstock Center Ikan Mas dan Gurame di BPBIAT Muntilan sedangkan Broodstock Center Ikan Lele di Satker PBIAT Ngrajek.

2. Kegiatan yang dilaksanakan berupa :
  • Pembinaan dan bimbingan teknis UPR
  • Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar kepada UPR dan Pembudidaya Ikan
  • Konsultasi teknis budidaya pembenihan dan penyakit ikan
  • Pelayanan penelitian, pendidikan masyarakat dan magang umum / khusus
  • Sosialisasi, seminar, temu teknis, temu lapang, workshop, pameran
  • Demplot/dempond ( percontohan ) dan kaji terap teknologi. 

3. Kegiatan Monitoring dan Pengendalian Penyakit Ikan 
  
    Kegiatan monitoring  dan pengendalian penyakit ikan dilakukan menyesuaikan pendanaan dari setiap tahunnya, namun hal ini dilakukan secara rutin guna mengantisipasi serangan wabah penyakit di suatu wilayah budidaya, selain itu dilakukan pula konsultasi teknis terhadap petani ikan yang membutuhkan bantuan teknis penanggulangan dan pengobatan pada ikan yang terserang penyakit dan tidak dipunggut biaya.

4. Kegiatan Kemitraan

    Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk kerjasama ini bertujuan untuk menunjang keberhasilan program yang ada. Kerjasama dilaksanakan dengan instansi dalam negeri seperti Dinas Terkait, Perguruan Tinggi dan pihak swasta.

5. Kegiatan Broodstock Center Regional di Provinsi Jawa Tengah

    Kegiatan Broodstock Center regional ikan nila di Satker PBIAT Janti telah berhasil melaksanakan pemuliaan dengan sistem hibridisasi antara strain Nila hitam GIFT (GG) betina dan Nila Merah Strain Singapura (SS) Jantan. Keberhasilan tersebut telah dikukuhkan dengan pelepasan varietas ikan nila LARASATI sebagai benih bermutu oleh Menteri Kelautan dan Perikanan tanggal 23 Nopember 2009 di Janti Kab. Klaten, sesuai dengan surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor : Kep. 79/MEN/2009.
      Kegiatan Broodstock Center Regional Ikan Lele yang dilakukan di Satker PBIAT Ngrajek, yang sesuai dengan protokol yang telah digariskan dengan melakukan kegiatan perbanyakan induk ikan lele sangkuriang dan kegiatan pembentukan galur murni ikan lele dari berbagai strain sebagai bahan dasar untuk melakukan Hibridisasi.
           Kegiatan Broodstock Center Regional Ikan Gurami dan Ikan Mas dilakukan di BPBIAT Muntilan dengan melakukan kegiatan sesuai protokol, telah dilakukan inventarisasi induk dan pengadaan induk sebagai bahan dasar untuk melakukan kegiatan pemuliaan induk, selanjutnya akan dilakukan kegiatan Hibridisasi antar strain unggulan hasil dari selective breeding.

Sekian perkenalan singkat dari kami..untuk info lebih lanjut dapat langsung datang ke Kantor Balai Perbenihan dan budidaya Ikan Air Tawar Muntilan d/a Jl. Kerkop No. 1 Muntilan Magelang Jateng 56411.Telp ( 0293 ) 587022.E-mail : balaimuntilan@yahoo.co.id  


Add caption